no comments

Siapa Pendaki Pertama Gunung Guntur?

Gunung Guntur terletak di Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Guntur merupakan gunung api stratovolcano, pada tahun 1800-an gunung yang memiliki ketinggian 2249 mdpl ini menjadi gunung api paling aktif di pulau Jawa.

Gunung Guntur meletus terakhir pada 1847. Erupsi gunung Guntur sendiri tercatat sebanyak 23 kali, yaitu pada tahun 1847, 1843, 1841, 1840, 1836, 1834-35, 1833, 1832, 1832, 1829, 1828, 1827, 1825, 1818, 1816, 1815, 1809, 1807, 1803, 1800, 1780, 1777, 1690 (wikipedia).

Pendaki Pertama gunung Guntur

Pendaki pertama gunung Gunturq

Junghuhn (sumber: Wikipedia)

Menurut informasi yang ditulis di blog infopaguci.blogspot.com, pendaki pertama gunung Guntur adalah Dr. Frans Wilhelm Junghuhn, yaitu pendaki berkebangsaan Jerman. Junghuhn mendaki gunung Guntur pada tahun 1837. Dia memasukan gunung Guntur sebagai gunung api teraktif kedua di Pulau Jawa setelah gunung Lamongan di Jawa Timur, kemudian di urutan ketiga gunung Merapi.

Dikutip dari Wikipedia, Franz Wilhelm Junghuhn (lahir di Mansfeld (dekat Pegunungan Harz), 26 Oktober 1809 – meninggal di Lembang, 24 April 1864 pada umur 54 tahun) adalah seorang naturalis, doktor, botanikus, geolog dan pengarang berkebangsaan Jerman (lalu Belanda).

Junghuhn berjasa sebagai peneliti pulau Jawa dari sudut pandang ilmu bumi, geologi, vulkanologi dan botanik dan juga daerah Batak di Sumatera. Uraian menurut ilmu alam dia menuangkan pada karya utamanya, Pulau Jawa – Bentuknya, Permukaannya dan Susunan Dalam (3 jilid, 1852-54), yang dilengkapi oleh peta pertama dari pulau itu yang terperinci dan mengandalkan. Junghuhn juga menyusun sejumlah herbarium, singkatan ilmiahnya adalah Jungh. Dikenal pada upaya-upayanya untuk membina pemiliharaan pohon-pohon cinchona untuk menghasilkan obat kinine.

Jalur Pendakian Gunung Guntur

Gunung Guntur memiliki beberapa jalur pendakian, di antaranya jalur Citiis dan Cikahuripan. Namun menurut informasi yang beredar, jalur Cikahuripan merupakan kawasan cagar alam. Ini kemudian menimbulkan perdebatan di kalangan pendaki dan penggiat alam.

Polemik terjadi karena belum ada batas-batas yang jelas mana kawasan yang boleh dilalui pendaki, dan mana kawasan cagar alam yang tak boleh dikunjungi.

Penutupan Jalur Guntur via Cikahuripan yaitu melalui surat edaran BKSDA Wilayah III tanggal 8 Agustus 2017 nomor 01/BKW.III/8/2017 tentang Penutupan Pendakian TWA Gunung Guntur Melalui Cikahuripan. Pertimbangannya demi keselamatan pendaki itu sendiri. Faktanya sampai saat ini, jalur Cikahuripan masih dibuka dan banyak dilalui pendaki.

Komentar

[Promo] Open Trip Guntur 17-18 November 2018Info Lengkap
+
WhatsApp chat